Peribahasa

bagaikan rama-rama masuk api
musnah dengan cepat
bagaimana bunyi gendang , begitulah tarinya
menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan
bagaimana ditanam begitulah dituai
tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bagaimana ditanam begitulah dituai
tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya
bagaimana ditanam, begitulah dituai
seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya
bahasa menunjukkan bangsa
budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)
baik berjagung-jagung sementara padi belum masak
lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan
baik rupa sepemandangan , baik bunyi sependengaran
cocok; seia sekata
bajak patah banting terambau
menderita kecelakaan bertimpa-timpa
bajak selalu di tanah yang lembut
orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah
bajak sudah terdorong ke bancah
sudah terlanjur (tidak dapat kembali)
baji dahan membelah dahan
memboroskan harta tuannya
baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan
hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi
bak ilmu padi , kian berisi kian runduk
selalu merendahkan diri (tidak sombong)
bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang
sesuatu yang diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian men datangkan yang lebih menyiksa
bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian
melakukan sesuatu yang sia-sia
bak tengguli ditukar cuka
suatu kejadian yang bertukar dari keadaan yang menggembirakan ke keadaan yang menyedihkan
bakar tidak -
maksud jahat yang tersembunyi
bala lalu dibawa singgah
sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)
banyak menelan garam hidup
banyak pengalaman hidup